Menu

Title

Subtitle

Ini Langkah Mengadakan Aqiqah Secara Agama Islam

January 16, 2017

Aqiqah itu berarti memutus & melubangi, dan ada pula yang mengeluarkan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, serta dikatakan pula bahwa akikah merupakan sabut yang untuk si balita ketika lahir. Adapun maknanya secara syari’at adalah satwa yang disembelih untuk menerima bayi yang dilahirkan. Aqiqah adalah sembelihan yang disembelih untuk anak yang mutakhir lahir. Pengatur kitab Mukhtar Ash Shihhah mengatakan: " Al-'Aqiqah / Al-'Iqqah artinya adalah serat makhluk yang baru dilahirkan, baik wong atau binatang. Dinamai lagi daripadanya hewan yang disembelih untuk anak yang mutakhir lahir saat hari keseminggunya.

1. Rendah Hukumnya
Aqiqah hukumnya ialah sunnah muakkad, sekalipun pengampu dalam hal ihwal sulit. Aqiqah dilakukan sebab Rasulullah saw. dan getah perca sahabat. Berikut adalah hadits-hadits tentang mengakikahkan anak yang baru menyembul.

1. Rasulullah saw saw. menitahkan:
“Setiap bocah tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur & diberi nama” [HR Abu awud, no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Ibnu Majah no. 3165 dll dari saki Samurah bin Jundub r. a.. Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi, Syaikh al-Albani dan Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini di dalam kitab al-Insyirah Fi Adabin Nikah hlm. 97]#@@#@!!.

2. Ashhabus Sunan memberitahukan:
Bahwa Nabi saw. meng-aqiqahkan Hasan serta Husain (cucunya dari Fathimah - pen) masing-masing seekor kambing qibasy.

3. Dan dari Salman bin Pemimpin Ash-Dhabiey, jika Nabi saw. bersabda: "Untuk anak laki-laki aqiqahnya. Tumpahkanlah atasnya darah, & hilangkanlah daripadanya kotoran dan najis. " (Riwayat Al-Khamsah).

4. Hadits dalam shahih Bukhari
Di setiap anak bersama aqiqahnya, oleh karena itu sembelihlah hewan dan hilangkanlah gangguan darinya.

5. Hadits riwayat Debu Daud
Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan tersebut agar beraqiqah dua ekor kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk balita laki-laki & seekor kambing untuk budak perempuan.

6. Hadits riwayat Malik dan Ahmad
Fatimah Binti Nabi SAW (setelah melahirkan Hasan dan Husain) mencukur rambut Hasan serta Husain kemudian ia menzakatkan dengan galuh seberat tingkat rambutnya.

7. http://dapoeraqiqah.com/aqiqah-bandung/ Hadits babad Abu Daud dan Nasai
Barang siapa diantara kamu ingin beribadah tentang anaknya terdesak dilakukan aqiqah untuk bani dua termuda kambing yang serupa umurnya & untuk bujang perempuan seekor kambing.

2. Aqiqah Untuk Anak Laki-Laki & Anak Cewek
Yang afdhal untuk anak laki-laki disembelihkan 2 ekor kambing/domba yang seakan-akan dan umurnya bersamaan. Serta untuk keturunan perempuan 1 ekor.
Daripada Ummu Karz Al-Ka'biyah mengatakan: Aku relasi mendengar Rasulullah saw. bertitah:

" Untuk anak laki-laki 2 ekor kibas yang mirip, dan untuk anak cewek satu upaya. " Serta dibolehkan mono ekor sedia untuk anak laki-laki. Rasulullawh saw. pernah melakukan yang demikian untuk Patut dan Husain r. a., seperti pada hadits yang lalu.
“Dahulu kami dimasa jahiliyah bila salah seorang diantara kita mempunyai budak, ia memotong kambing & melumuri kepalanya dengan kebiasaan kambing tersebut. Maka sesudah Allah mendatangkan islam, aku menyembelih kibas, mencukur atau menggundul oknum si balita dan melumurinya dengan minyak wangi. ” [HR. Abu Daud juz 3 hal 107].

Di hadits lain yang berisikan mengenai sejarah aqiqah yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban “Dari Aisyah ia berkata ‘Dahulu orang orang pada peluang jahiliyah asalkan mereka beraqiqah untuk seorang bayi, tersebut melumuri kapas dengan kebiasaan aqiqah, kemudian ketika membabat rambut si bayi tersebut melumurkan di dalam kepalanya’. Jadi Nabi saw bersabda, ‘Gantilah darah tersebut dengan minyak wangi. ’” [HR Ibnu Hibban juz 12 hal 124].

3. Tenggat Penyembelihan

1. Jika mengharuskan, penyembelihan dilangsungkan pada hari ke-7. Bila tidak, maka pada hari ke-14. Meski yang demikian masih gak memungkinkan, dipastikan pada hari ke-21 dari hari kelahirannya. Jika tetap tidak mengharuskan maka saat kapan aja. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dikatakan:?????????????????????????????? "Disembelih pada hari ketujuh, & pada hari ke-empatbelas, serta pada hari kedua persepuluhan satu. "
Rangkaian Selanjutnya:
- Meluluskan anak identitas
- Memotong rambutnya.
- Bersedekah seberat timbangan rambutnya.

2. Sedangkan syarat fauna kambing yang dapat dijadikan aqiqoh tersebut sama secara syarat hewan qurban (kurban) sbb:
- Kambing: siap berusia 1 (satu) tahun dan mengakar usia (dua) tahun.
- Domba: siap berusia 6 (enam) hari dan mengakar bulan ke-7 (tujuh).
- Tidak larat ada elemen badan hewan yang kekufuran.
- Dagingnya tidak mahir dijual.

4. Bersamaan Antara Qurban & Aqiqah.
Daripada sini tampak pertanyaan, ialah bolehkah menggabungkan niat aqiqah dan kurban? Bila hal itu diperbolehkan apakah dengan otomatis persembahan yang dilakukan sekaligus siap menggugurkan permintaan akikah? Mengenai hal itu ada dua pendapat:

Qurban yang ia tunaikan itu bisa sekalian diniatkan aqiqah dan menghapuskan anjurannya. Ide ini yaitu opsi yang disampaikan per Mazhab Hanafi dan salah satu riwayat Ahmad. Dari padang tabi’in, Al-Hasan Al-Bashri, Putri Sirin, serta Qatadah, sependapat dengan pantauan ini. Mereka berargumentasi, substansi kedua ibadah sama, ialah mendekatkan ada kepada Tuhan swt. dengan perantara nabi sembelihan fauna. Keduanya bisa saling melengkapi dan menimbun. Kasus hukumnya sama tatkala shalat tentu di Langgar disertai secara niat shalat sunah tahiyyatal masjid. Mantan mufti Arab Saudi, Syekh Muhammad bin Ibrahim, mendukung opsi berikut.

Kedua kebiasaan itu gak boleh disatukan dan tidak bisa menyabot salah satunya. Qurban adalah qurban dan aqiqah adalah aqiqah. Pendapat ini disampaikan sama Mazhab Maliki, Syafi’i, & salah satu sejarah Mazhab Ahmad. Alasan yang mereka kemukakan, yaitu masing-masing dari akikah dan persembahan memiliki wujud yang berbeda. Maka tersebut, satu sama lain tidak boleh digabung. Latar belakang dan motif di balik kesunnahan ke-2 ibadah itu pun bermusuhan. Jadi, sedikit tepat disatukan. Misalnya, denda yang berlangsung di haji tamattu' & denda yang berlaku di fidyah.

Go Back

Comment

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.