Menu

Title

Subtitle

Jenis Pendekatan Geografi Ekologi

March 20, 2017
Sejajar suatu disiplin kapasitas, geografi menelaah suatu sistem alam yang terdiri untuk bagian-bagian yang saling terpesona. Aliran upaya dalam uni sistem menghasilkan perubahan. Servis yang sinambung akan menciptakan suatu susunan keseimbangan koordinasi.

Suatu orde terdiri dari tiga bagian berbeda, input, output & komponen. Aku ambil aja Tv sebagai contoh. Kita mampu menonton tv tidak terperosok dari bentuk yang lari didalam tv tersebut. Berjalannya sistem itu karena ke-3 bagian pada sistem tersambung bersama; unit input yang merupakan listrik, bagian output yang berperangai gambar & suara, serta bagian segi seperti layar, speaker, remote, dan antena. Tanpa ke-3 bagian atas sistem itu tersambung, kita tidak bisa menonton tv.

Pada sistem yang beroperasi baik, segala komponen harus tersambung bersama. Planet Jagat yang mempunyai banyak unsur dapat dipandang sebagai bentuk yang susah dan benar besar. Di dalam sistem Bumi, input adalah energi yang datang atas Matahari dan juga energi yang berpangkal dari di Bumi, diantaranya tenaga tektonik. bangkudepan.com Output adalah perubahan persis yang sanggup dilihat di sekitar kalian dalam daerah sekeliling fisik dan manusia, diantaranya panas juga hujan.

Komposisi Bumi memang suatu sistem yang renyah, sehingga cara terbaik untuk mempelajarinya secara memahami di setiap komponen komponennya dengan variasi pendekatan di dalam geografi. Inilah geografi dari sudut pendekatan sistem. Pendekatan ini langsung mengalami kemajuan hingga peluang geografi segar. Dalam geografi modern yang dikenal dengan geografi terpadu (Integrated Geography) digunakan tiga pendekatan ataupun hampiran. Ke-3 pendekatan ini, yaitu penjabaran keruangan, kelingkungan atau ekologi, dan renyah wilayah.

1. Pendekatan Lokasi
Dari namanya dapat ditangkap bahwa pendekatan ini mau menekankan di keruangan. Perembukan ini menumpukan pada pertarungan lokasi daripada sifat-sifat pentingnya seperti pertikaian struktur, arketipe, dan mode. Struktur keruangan terkait dengan elemen pereka ruang yang berupa kenampakan titik, strip, dan area. Sedangkan figur keruangan berselok-belok dengan mandala distribusi ketiga elemen tersebut. Distribusi / agihan elemen geografi berikut akan membentuk pola laksana memanjang, radial, dan sebagainya. Nah, proses keruangan sendiri mengenai dengan regenerasi elemen pengarah ruang. Ahli geografi berjuang mencari faktor-faktor yang menjadikan pola penyebaran serta jalan mengubah figur sehingga dicapai penyebaran yang lebih indah, efisien, & wajar. Interpretasi suatu masalah menggunakan permufakatan ini bisa dilakukan beserta pertanyaan 5W 1H seperti berikut ini.
Perbincangan What (apa), untuk mengerti jenis pokok alam yang terjadi.
Teka-teki When (kapan), untuk mengetahui waktu terjadinya fenomena tempat.
Pertanyaan Where (di mana), untuk mengetahui tempat fenomena alam berlangsung.
Pertanyaan Why (mengapa), untuk mengetahui sumber terjadinya petunjuk alam.
Problem Who (siapa), untuk mengerti subjek ataupun pelaku yang menyebabkan terjadinya fenomena tempat.
Pertanyaan How (bagaimana), untuk mengetahui mode terjadinya fenomena alam.

2. Pendekatan Kelingkungan/ Ekologi

Perembukan ini tidak hanya menumpukan pada interaksi organisme dengan lingkungan, tapi juga dikaitkan dengan realitas yang siap dan pun perilaku pribadi. Karena pada dasarnya lingkungan geografi mempunyai dua sisi, yakni perilaku & fenomena komunitas. Sisi telatah mencakup 2 aspek, adalah pengembangan rasa dan penafsiran lingkungan. Relasi keduanya inilah yang sebagai ciri khas perembukan ini. Memakai keenam problem geografi, analisis dengan persidangan ini sedang bisa dilakukan. Nah, perhatikan contoh ulasan mengenai terjadinya banjir pada Sinjai berikut dan kamu akan menemukan perbedaannya beserta pendekatan keruangan. Untuk meneliti banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan gerakan sebagai berikut.
Identifikasi penetapan fisik yang mendorong terjadinya bencana itu, seperti species tanah, topografi, dan vegetasi di zona itu.
Pengertian sikap serta perilaku bangsa dalam mengelola alam pada lokasi itu.
Identifikasi budi daya yang terselip kaitannya beserta alih fungsi lahan.
Menganalisis hubungan jurang budi daya serta dampak yang ditimbulkannya hingga menyebabkan lembak.
Menggunakan dampak analisis itu mencoba menemukan alternatif pemecahan masalah ini.

3. Renyah Wilayah

Interpretasi ini mengacukan pada campuran antara interpretasi keruangan dan analisis ekologi. Analisis ini menekankan persetujuan ”areal differentiation” yaitu adanya perbedaan karakteristik tiap-tiap area. Perbedaan tersebut mendorong uni wilayah siap berinteraksi beserta wilayah unik. Perkembangan wilayah yang sama-sama berinteraksi tercipta karena tersembunyi permintaan dan penawaran.

Tiruan analisis kompleks wilayah diterapkan dalam perancangan kawasan kawasan tinggal. Langkah dahulu, dilakukan pengertian wilayah mungkin di pendatang Jawa yang memenuhi wasiat minimum, diantaranya kesuburan tanah dan unit kemiringan lereng. Langkah ke-2, identifikasi aksesibilitas wilayah. Dari hasil identifikasi ini dirumuskan rancangan untuk jangka jenjang dan poin pendek untuk pengembangan kerajaan tersebut.

Go Back

Comment

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.